Senin, 06 April 2015

Orang Gemuk Lebih Peka Dalam Mencium Bau Aroma Makanan



Sebuah survey yang dilakukan oleh peneliti di Inggris menemukan bahwa mereka orang yang obesitas atau memiliki berat badan berlebih mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam mencium aroma makanan, jika dibandingkan dengan mereka yang berat badannya kurus atau normal.

Sebuah survey yang dibuat dalam jurnal Chemical Senses ini, penelitian terbaru ini juga menunjukkan bahwa indra penciuman sangat berkaitan dengan pusat lapar di otak.

"Seiring bertambahnya angka kasus obesitas di seluruh dunia, perlu diberitahukan lebih lanjut tentang peran indra penciuman dalam perilaku makan," kata pemimpin penulis survey ini, Lorenzo Stafford, dari Center for Comparative and Evolutionary Psychology di University of Portsmouth, england.

Survey ini menurutnya juga melengkapi Survey sebelumnya yang mencari tahu hubungan antara indra perasa dengan status obesitas. Nah, untuk survey kali ini tim peneliti memilih 40 mahasiswa untuk penelitian dan dikategorikan sebagai kelompok obesitas dan non-obesitas. Semua kandidat tidak merokok dan tidak sedang dalam program penurunan berat badan.

Uji pertama, para peneliti meminta responden untuk mencium aroma dark chocolate dan menilai seberapa intens aroma tersebut. Mereka juga diminta untuk memakai indra perasa untuk mendeteksi empat varian rasa yakni asam, asin, pahit, dan manis. Tim kemudian membandingkan prediksi peserta dengan rasa sebenarnya dari makanan dan rasa-rasa tersebut. Data yang ada diselidiki untuk menentukan hubungan antara indra penciuman, indra perasa dan berat badan.

Hasilnya, tim menemukan bahwa orang yang kegemukan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mendeteksi aroma cokelat daripada kelompok yang tidak gemuk. Kemampuan mereka untuk memperkirakan rasa sesuai variannya juga lebih baik.

Seperti dikutip dari News Max Health, Senin (6/4/2015), meskipun demikian masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut lagi untuk menemukan apakah kemampuan ini yang kemudian berisiko membuat mereka mengalami kenaikan berat badan, ataukah justru sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar